Postingan

Pusat Data Nasional Kominfo Diduga Diserang Ransomware, Pakar Keamanan Siber: Sangat Berbahaya

Gambar
Pusat Data Nasional Kominfo Diduga Diserang Ransomware, Pakar Keamanan Siber: Sangat Berbahaya        Pengamat keamanan siber dari Vaksin.com, Alfons Tanujaya, menduga gangguan Pusat Data Nasional (PDN) Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) disebabkan oleh serangan ransomware. Terganggunya PDN Kominfo menyebabkan layanan Direktorat Jenderal Imigrasi terganggu sejak Kamis (20/6/2024) hingga Jumat (21/6/2024). Alfons mengatakan, jika data dari ransomware dapat diunduh oleh pihak yang melancarkan serangan, hal ini sangat berbahaya dan masyarakat sebagai pemilik data akan menjadi korban eksploitasi data. “Jadi virtual machine di PDN Kominfo diserang ransomware dan dienkripsi. Ratusan mungkin ribuan. Data keimigrasian kan sangat sensitif dan mengandung banyak informasi penting keimigrasian,”ujarAlfons Pengelolaan PDN Kominfo dinilai lemah Alfons menyampaikan, salah satu dampak akibat terganggunya PDN Kominfo adalah lumpuhnya sistem keimigrasian sehingg...

Server Google Cina berhasil di rentas

Gambar
  Server Google Cina berhasil di rentas Pada tahun 2009. peretas berhasil mengakses beberapa server Google di Cina. Perusahaan ini menyatakan bahwa terdapat bukti bahwa tujuan utama dari para penyerang adalah untuk mengakses akun gmail dari para aktivis hak asasi manusia di Cina. Empat tahun setelah kasus cyber crime ini terjadi, pejabat pemerintah di AS menyatakan bahwa peretas Cina telah mengakses data sensitif yang berisi perintah pengadilan otorisasi pengawasan yang kemungkinan besar diperoleh dari agen Cina yang memiliki akun gmail.

NASA dan Departemen Pertahanan AS Di Rantas

Gambar
  NASA dan Departemen Pertahanan AS Di Rantas Kasus cyber crime ini terjadi pada tahun 1999 dan dilakukan oleh peretas berusia 15 tahun bernama Jonathan James. James berhasil menembus komputer divisi Departemen Pertahanan AS dan memasang backdoor pada servernya. Hal ini memungkinkan peretas untuk mencegat ribuan email internal dari berbagai organisasi pemerintah termasuk nama pengguna dan kata sandi untuk berbagai komputer militer. Dengan data-data tersebut, James dapat mencuri software NASA yang dikabarkan memiliki nilai sekitar 1.7 juta dolar. Karena tindakannya tersebut, James ditangkap dan dijatuhi hukuman.